.

Profil Sejarah Kampus

Kehadiran STPK Banau Halmahera Barat (Halbar) sebagai sebuah lembaga pendidikan tinggi di Kabupaten Halbar merupakan perwujudan mimpi Bupati Halbar periode 2006 – 2011, Ir. Namto Hui Roba, SH. Impian tersebut dimaksudkan untuk mengembalikan sejarah kejayaan masa lalu Halbar sebagai lumbung pangan bagi masyarakat  Maluku Utara (Malut) dan sekitarnya.

Kabupaten Halbar merupakan salah satu kabupaten yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2003, memiliki potensi SDA yang melimpah. Sektor pertanian merupakan salah satu sektor unggulan dengan beragam komoditi unggulan seperti: kelapa, cengkeh, kakao, pala, kopi, kapuk, kayu manis, padi, sayur-sayuran, buah-buahan, kacang tanah, sagu, jagung, ubi kayu, pisang, jahe merah, perikanan budidaya, perikanan tangkap, peternakan sapi, ayam, kambing, dan lainnya yang tersebar dalam 9 kecamatan dan 146 desa. Kabupaten yang memiliki motto “Ino Fo Makati Nyinga” ini berupaya membangun infrastruktur untuk menjadikan sektor pertanian sebagai lokomotif pembangunan pertanian serta mempersiapkan SDM yang unggul dan mandiri yang dapat mengelola potensi daerah untuk kemaslahatan masyarakat. Untuk mewujudkan komitmen tersebut, maka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halbar menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Nomor 05/K13/KsM/2007 dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) di Hotel Salak Bogor pada tanggal 27 Februari 2007 untuk kegiatan studi lanjut mahasiswa Halbar tingkat sarjana dan pascasarjana.

Pada tahun 2008, Prof. Dr. Ir. J. L Nanere, M.Sc dalam kunjungan informalnya di bumi Jasilo (Jailolo, Sahu, Ibu, Loloda), menyempatkan diri untuk bertemu dengan Ir. Namto Hui Roba, SH selaku Bupati Halbar. Dalam pertemuan tersebut, sang guru besar asal Halmahera menyampaikan usul untuk mendirikan sebuah lembaga pendidikan tinggi pertanian berbasis community college. Usul tersebut sejalan dengan mimpi Bupati untuk membangun Halbar melalui kekuatan SDM yang unggul dan mandiri dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (Ipteks) berbasis Pertanian Kewirausahaan (Agricultural Entrepreneurship). Sebagai langkah konkrit dari perwujudan visi tersebut, maka Pemkab Halbar bersama IPB membentuk dan menyelenggarakan Sekolah Tinggi Kewirausahaan Pertanian (STKP) Banau, melalui Perjanjian Kerjasama nomor 520/084/2008 dan 03/I3/KsP/2008 tanggal 25 Februari 2008 oleh Bupati Halbar dan Wakil Rektor IPB Bidang Riset dan Kerjasama (WRRK). Sebagai tindak lanjut dari MoU tersebut, kedua belah pihak membentuk tim pelaksana. Tim IPB dibentuk berdasarkan Surat Tugas WRRK Nomor 1171/I3/KP/2008 tanggal 14 Maret 2008 dipimpin oleh Dr. Ir. Dadan Hindayana sebagai koordinator kerjasama dan Tim Kabupaten Halbar dibentuk berdasarkan SK Bupati Halbar Nomor 107 Tahun 2008 tanggal 26 Maret 2008 diketuai oleh Drs. Ismail Arifin, MSi sebagai ex-officio Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Halbar. Kepastian besarnya pendanaan untuk tahun 2008 diperoleh melalui Perjanjian Tambahan (Addendum) Nomor 520/478/2008 dan 19/13/KsP/2008 pada tanggal 07 Juli 2008.

Tim Pelaksana Pembentukan STKP kemudian menyusun dokumen dan berbagai perencanaan lainnya yang sesuai dalam waktu yang ditentukan. Pada tanggal 6 September 2008, Tim IPB melakukan lokakarya Pertama di Jailolo sekaligus sebagai laporan kemajuan awal kepada Pemda Halbar. Hadir saat itu semua pimpinan Pemda Halbar, Ketua DPRD dan Tokoh-tokoh masyarakat. Pada tanggal 27 November 2008, Tim IPB lengkap dengan Pimpinan IPB kembali melakukan Workshop yang kedua sekaligus sebagai bentuk laporan kemajuan yang kedua kepada Pemda Halbar. Hadir pada workshop yang kedua ini seluruh jajaran Pimpinan Pemda Halbar, Ketua DPRD, dan Tokoh Masyarakat yang jumlahnya lebih banyak. Januari 2009, seluruh dokumen yang dibuat oleh Tim IPB yang meliputi Statuta, Rencana Induk Pengembangan, Studi Kelayakan Agribisnis, Studi Kelayakan Agroteknologi, Master Plan, DED, dan seluruh dokumen pendukung disampaikan kepada Pemda Halbar. Pada 20 Januari 2009, Tim IPB mendampingi rombongan Pemda Halbar melakukan audiensi dengan Dirjen Dikti di Jakarta. Saat itu Tim Halbar menyampaikan maksud pendirian STKP yang kemudian namanya disesuaikan menjadi  Sekolah Tinggi Pertanian Kewirausahaan (STPK) Banau. Presentasi disampaikan oleh Dr. Ir. Eddy C. Papilaya, M.Si.

Tepatnya tanggal 12 Maret 2009, Menteri Pendidikan Nasional melalui Dirjen Dikti mengeluarkan Surat Keputusan Nomor: 30/D/O/2009, tentang Pemberian Ijin Pendirian Program-program Studi dan Pendirian Sekolah Tinggi Pertanian Kewirausahaan (STPK) Banau di Halmahera Barat  Diselenggarakan Oleh Yayasan Sekolah Tinggi Kewirausahaan Pertanian Banau di Halmahera Barat. Akhirnya dengan memanjatkan pujian dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, pada tanggal 7 Mei 2009, STPK Banau Halmahera Barat dengan motto “we are not the job seeker, but the job creator” dan berlandaskan tata nilai “BE EXCELLENT” diresmikan oleh Ir. Namto Hui Roba, SH, Bupati Halbar dengan SK Ketua Badan Pengurus Yayasan STKP Banau Nomor: 01/YSTKPB/XII/2008. STPK Banau Halbar berbasis Community College  menyelenggarakan 2 (dua) Program Studi yaitu: Program Studi Agribisnis dan Agroteknologi. Untuk pertama kalinya, STPK Banau Halbar dipimpin oleh Dr.Ir. Eddy Chiljon Papilaya, M.Si dan Dr. Ir. A. Marthin Kalay, MP, masing-masing selaku Ketua dan Wakil  Ketua Bidang Akademik dan Kemahasiswaan.

Terakhir Online

 

Komentar

Info Browser






 

Diskusi Terakhir

Peta STPK Banau Halmahera Barat